SPKLU Kayutangan Diperkuat PLN untuk Perkuat Ekosistem Kendaraan Listrik

Jumat, 23 Januari 2026 | 11:06:07 WIB
SPKLU Kayutangan Diperkuat PLN untuk Perkuat Ekosistem Kendaraan Listrik

JAKARTA - Kehadiran kendaraan listrik di Malang Raya kini semakin didukung dengan infrastruktur yang memadai. 

Pemilik kendaraan listrik tidak lagi perlu khawatir kehabisan daya saat beraktivitas maupun berwisata. Fasilitas pengisian daya terus diperluas untuk menjawab kebutuhan tersebut.

PLN menghadirkan SPKLU Center di kawasan Kayutangan Heritage yang strategis dan mudah dijangkau. Lokasi ini memungkinkan pengendara mengisi baterai sambil menikmati kawasan wisata. Langkah ini sekaligus memperkuat peran Malang sebagai kota ramah kendaraan listrik.

Jumlah SPKLU di Malang Raya kini mencapai 56 unit yang tersebar di berbagai titik. Ketersediaan ini menjadi yang terbanyak di wilayah Jawa Timur. Kondisi tersebut mencerminkan kesiapan daerah dalam menyambut transisi energi.

SPKLU Center Terintegrasi Kawasan Wisata

SPKLU Center yang berada di Kantor PLN UP3 Malang menjadi fasilitas terbaru bagi pengguna kendaraan listrik. Letaknya berada di koridor Kayutangan Heritage yang dikenal sebagai destinasi wisata. Kehadiran SPKLU ini memberikan kenyamanan tambahan bagi wisatawan.

Pengguna kendaraan listrik dapat melakukan pengisian daya sambil berjalan-jalan. Waktu tunggu pengisian baterai menjadi lebih produktif dan menyenangkan. Hal ini membuat perjalanan wisata terasa lebih efisien.

PLN melihat kawasan wisata sebagai titik strategis pengembangan SPKLU. Wisatawan sering melakukan perjalanan jarak jauh dengan kendaraan pribadi. Oleh karena itu, ketersediaan pengisian daya menjadi kebutuhan utama.

Dukungan Transisi Energi Berkelanjutan

PLN menyatakan komitmennya dalam mendukung program transisi energi nasional. Peralihan dari energi fosil ke energi terbarukan terus didorong secara bertahap. Penyediaan SPKLU menjadi bagian dari upaya tersebut.

“Pertama pastinya masyarakat akan membantu pemerintah meminimalkan emisi gas karbon. Dari sisi pemerintah siap support ekosistem pengecasan (charge),” kata Agung. Pernyataan ini menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat.

Transisi energi juga diharapkan mendorong perubahan pola transportasi. Kendaraan listrik dinilai lebih ramah lingkungan. Pengurangan emisi menjadi target utama dalam jangka panjang.

Kapasitas dan Aktivitas Pengisian Daya

SPKLU Center Malang dilengkapi dengan 11 gun atau nosel pengisian daya. Fasilitas ini terdiri dari empat mesin berkapasitas 180 kw dan satu mesin 60 kw. Kapasitas tersebut memungkinkan pelayanan yang lebih cepat.

Setiap hari, rata-rata terdapat 25 hingga 40 kendaraan listrik yang melakukan pengisian daya. Aktivitas berlangsung dari pagi hingga malam hari. Angka ini menunjukkan tingginya minat penggunaan kendaraan listrik.

Di seluruh Malang Raya, tercatat sekitar 800 transaksi pengisian daya per hari. Transaksi tersebut tersebar di 56 SPKLU yang tersedia. Data ini mencerminkan pertumbuhan ekosistem kendaraan listrik yang signifikan.

Komitmen Menuju Nol Emisi

Penambahan jumlah SPKLU menjadi bagian dari target jangka panjang PLN. Transisi energi diarahkan menuju nol emisi yang semula ditargetkan tahun 2060. Target tersebut kini dipercepat menjadi tahun 2045.

PLN juga menyediakan fasilitas pengisian di rest area jalur utama. Pengendara yang datang maupun meninggalkan Kota Malang dapat mengisi daya terlebih dahulu. Langkah ini memberikan rasa aman bagi pengguna kendaraan listrik.

“Nah Malang ini juga merupakan kota wisata sehingga masyarakat yang mengecharge bisa sambil menunggu jalan-jalan ke Kayutangan Heritage. Jadi tidak perlu khawatir mereka mengecharge dengan aman atau menunggu karena akan ada tempat yang nyaman untuk menunggu,” kata Agung. 

Pernyataan ini menegaskan bahwa SPKLU dirancang untuk mendukung kenyamanan dan mobilitas berkelanjutan.

Terkini