JAKARTA - Pergerakan harga minyak sawit mentah kembali mencuri perhatian pasar komoditas.
Dalam beberapa hari terakhir, tren penguatan terlihat konsisten dan menempatkan harga di level tertinggi dalam dua bulan. Kondisi ini mencerminkan kombinasi antara faktor pasokan dan ekspektasi permintaan yang membaik.
Harga minyak sawit mentah atau Crude Palm Oil mengalami lonjakan signifikan pada perdagangan terakhir. Penguatan ini melanjutkan tren kenaikan yang telah berlangsung selama tiga hari berturut-turut. Kenaikan tersebut menegaskan sentimen positif yang sedang mengiringi pasar CPO.
Pada perdagangan Kamis, harga CPO di Bursa Malaysia untuk kontrak pengiriman April ditutup di level MYR 4.198 per ton. Harga tersebut naik 1,06 persen dibandingkan hari sebelumnya. Capaian ini menjadi level tertinggi sejak pertengahan November tahun lalu.
Kenaikan Beruntun Dorong Optimisme Pasar
Penguatan harga CPO tercatat terjadi secara konsisten selama tiga hari perdagangan. Dalam periode tersebut, harga CPO telah naik secara point-to-point sebesar 3,17 persen. Tren ini menandakan adanya minat beli yang terus bertahan di pasar.
Kenaikan beruntun tersebut mencerminkan sentimen positif dari pelaku pasar. Faktor fundamental dinilai masih memberikan dukungan terhadap pergerakan harga. Kondisi ini membuat CPO tetap berada di jalur penguatan dalam jangka pendek.
Pola kenaikan yang berkelanjutan juga memicu optimisme lanjutan. Investor dan pelaku usaha memantau pergerakan ini dengan cermat. Harga yang bertahan di level tinggi dinilai memberi sinyal stabilitas pasar.
Proyeksi Harga Tetap Solid
Otoritas industri sawit Malaysia memperkirakan harga CPO masih akan bertahan kuat. Proyeksi menunjukkan harga CPO berpotensi tetap solid setidaknya hingga bulan berikutnya. Kisaran harga diperkirakan berada di antara MYR 4.000 hingga MYR 4.300 per ton.
Stabilitas harga di level tinggi ini ditopang oleh faktor produksi. Pada awal tahun, produksi CPO umumnya mengalami penurunan secara musiman. Kondisi tersebut berkontribusi terhadap terbatasnya pasokan di pasar.
Penurunan produksi ini menjadi salah satu faktor utama penopang harga. Ketika pasokan menyusut, tekanan penurunan harga menjadi lebih terbatas. Situasi ini memperkuat peluang harga untuk bertahan di level tinggi.
Permintaan Diperkirakan Meningkat
Di tengah penurunan produksi, sisi permintaan justru menunjukkan potensi penguatan. Momentum musiman seperti Ramadan dan Tahun Baru Imlek diperkirakan mendorong konsumsi. Kondisi ini memberikan tambahan dukungan bagi harga CPO.
Ekspektasi peningkatan permintaan tercermin dari proyeksi ekspor produk sawit Malaysia. Ekspor pada periode awal Januari diperkirakan meningkat 8,64 hingga 11,4 persen dibandingkan periode sebelumnya. Proyeksi ini memperkuat sentimen positif pasar.
Permintaan yang meningkat di tengah pasokan terbatas menciptakan keseimbangan yang menguntungkan harga. Pasar melihat kondisi ini sebagai faktor penopang utama. Kombinasi tersebut membuat pergerakan harga tetap berada dalam tren positif.
Analisis Teknikal Pergerakan Harga
Dari sisi teknikal, pergerakan harga CPO masih berada di zona bullish. Indikator Relative Strength Index 14 hari tercatat berada di level 62. Posisi RSI di atas 50 menunjukkan dominasi tren naik.
Namun demikian, investor tetap perlu mencermati potensi koreksi. Indikator Stochastic RSI 14 hari telah mencapai level 100. Kondisi ini menandakan area jenuh beli yang cukup tinggi.
Situasi jenuh beli membuka peluang terjadinya koreksi teknikal. Kenaikan tanpa jeda selama tiga hari beruntun meningkatkan risiko penurunan jangka pendek. Oleh karena itu, kehati-hatian tetap diperlukan dalam perdagangan harian.
Level Teknis yang Perlu Dicermati
Untuk perdagangan berikutnya, perhatian tertuju pada level pivot point di MYR 4.140 per ton. Dari level ini, harga berpotensi menguji area support terdekat. Support awal berada di MYR 4.100 per ton yang merupakan rata-rata pergerakan lima hari.
Support lanjutan berada di level MYR 4.072 per ton. Level ini bertepatan dengan rata-rata pergerakan sepuluh hari. Apabila tekanan jual berlanjut, area ini menjadi penahan penurunan berikutnya.
Target support terjauh berada di MYR 4.062 per ton. Di sisi lain, jika harga kembali menguat, level MYR 4.197 per ton menjadi resisten terdekat. Resisten lanjutan berada di MYR 4.201 per ton dengan target optimistis di MYR 4.240 per ton.