JAKARTA - Indonesia kembali berbangga dengan prestasi di dunia badminton.
Alwi Farhan tampil memukau dan berhasil menjadi juara tunggal putra Indonesia Masters 2026. Pertandingan final yang digelar di Istora Senayan, Jakarta, memperlihatkan dominasi Alwi atas lawannya, Panitchaphon Teeraratsakul dari Thailand.
Alwi menunjukkan permainan agresif sejak awal pertandingan. Skor sempat imbang 1-1, namun Alwi langsung mengambil alih kendali. Interval set pertama memperlihatkan keunggulannya dengan skor 11-4 berkat smash menyilang yang membuat Panitchaphon kewalahan.
Tidak berhenti di situ, Alwi terus menekan pertahanan lawan. Set point dicapai saat Panitchaphon melakukan kesalahan mengirim shuttlecock keluar lapangan. Akhirnya, set pertama ditutup dengan skor 21-5 hanya dalam 10 menit, menegaskan performa impresif Alwi.
Dominasi Berlanjut di Set Kedua
Set kedua menunjukkan bahwa Panitchaphon masih kesulitan menghadapi tekanan Alwi. Dengan sorakan penonton di Istora Senayan yang mendukung, Alwi unggul cepat hingga 11-2 di interval set kedua. Perlawanan lawan sempat muncul dengan tiga poin beruntun, namun tetap tidak cukup mengimbangi permainan Alwi.
Serangan demi serangan Alwi terus membombardir lapangan lawan. Kecepatan, akurasi, dan konsistensi pukulannya membuat Panitchaphon sulit mengembangkan permainan. Kemenangan akhirnya diraih dengan skor 21-6, menegaskan Alwi sebagai juara tunggal putra Indonesia Masters 2026.
Jejak Prestasi Indonesia di Indonesia Masters
Alwi kini menjadi tunggal putra kedelapan asal Indonesia yang menjuarai turnamen ini. Sebelumnya, gelar juara juga pernah diraih oleh Taufik Hidayat, Dionysius Hayom Rumbaka, Sony Dwi Kuncoro, Simon Santoso, Tommy Sugiarto, Anthony Sinisuka Ginting, dan Jonatan Christie.
Prestasi ini menunjukkan kesinambungan kualitas atlet badminton Indonesia di level internasional.
Kemenangan Alwi juga menjadi simbol regenerasi pemain muda. Dengan teknik yang matang dan mental yang tangguh, ia mampu bersaing di ajang bergengsi. Hal ini menunjukkan bahwa Indonesia memiliki talenta yang siap bersaing di kancah dunia.
Final Lainnya di Indonesia Masters 2026
Sektor tunggal putri berhasil dimenangkan oleh Chen Yu Fei dari Cina. Ia mengalahkan Pitchamon Opatniputh dari Thailand dalam waktu 52 menit dengan skor 23-21 dan 21-13. Kemenangan ini menjadi gelar kedua Chen di Indonesia Masters dan menambah koleksi prestasinya di BWF World Tour sejak Macau Open 2025.
Di sektor ganda campuran, Chen Tang Jie/Toh Ee Wei dari Malaysia sukses menyingkirkan Mathias Christiansen/Alexandra Bøje dari Denmark.
Pertandingan berlangsung ketat hingga tiga gim dengan skor 15-21, 21-17, dan 21-11. Ini merupakan gelar Indonesia Masters pertama bagi Chen/Toh dan menjadikan mereka ganda campuran Malaysia pertama yang menjuarai turnamen ini.
Sementara itu, sektor ganda putri dimenangkan Pearly Tan/Thinaah Muralitharan dari Malaysia. Kemenangan ini diperoleh karena lawan mereka, Arisa Igarashi/Miyu Takahashi dari Jepang, tidak dapat bertanding. Tan/Thinaah menjadi ganda putri Malaysia pertama yang menjuarai Indonesia Masters sejak Vivian Hoo/Woon Khe Wei pada 2011.
Dampak dan Harapan Ke Depan
Keberhasilan Alwi Farhan membawa semangat baru bagi dunia badminton Indonesia. Kemenangan ini tidak hanya mengukuhkan prestasi individu, tetapi juga menginspirasi generasi muda untuk menekuni olahraga bulu tangkis. Dukungan penonton yang antusias juga menjadi faktor motivasi tersendiri bagi para atlet.
Prestasi di ajang Indonesia Masters membuka peluang bagi para pemain muda lainnya untuk bersinar. Kompetisi yang ketat mendorong atlet agar selalu meningkatkan kemampuan teknik, strategi, dan mental. Dengan begitu, Indonesia dapat mempertahankan posisi sebagai salah satu kekuatan badminton dunia.
Selain itu, kemenangan atlet-atlet dari Malaysia dan Cina menegaskan pentingnya persaingan internasional. Para pemain Indonesia diharapkan terus belajar dari pengalaman ini untuk meningkatkan kualitas permainan di masa depan. Harapan jangka panjangnya adalah lahirnya lebih banyak juara dunia dari Indonesia.