IHSG

IHSG Bergerak Dinamis, Simak Rekomendasi Saham Terbaik untuk Investor Hari Ini

IHSG Bergerak Dinamis, Simak Rekomendasi Saham Terbaik untuk Investor Hari Ini
IHSG Bergerak Dinamis, Simak Rekomendasi Saham Terbaik untuk Investor Hari Ini

JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah pada perdagangan Rabu pagi. 

Koreksi ini mengikuti tren negatif di bursa global dan sebagian besar sektor mengalami tekanan. IHSG dibuka di level 9.094,43, turun dari penutupan sebelumnya 9.134,70.

Indeks LQ45 juga melemah 0,60 persen ke posisi 879. Sebanyak 496 saham melemah, sementara 112 saham menguat. Total frekuensi perdagangan saham mencapai 1,24 juta kali dengan volume 19,7 miliar saham.

Sektor industri menjadi pemimpin koreksi dengan penurunan 4,38 persen. Sektor energi turun 0,90 persen, sektor consumer nonsiklikal susut 0,62 persen. Sementara sektor kesehatan terpangkas 1,415 persen, menunjukkan tekanan di hampir seluruh sektor.

Saham Unggulan dan Pergerakan Individu

Di tengah koreksi IHSG, beberapa saham justru mencatat lonjakan signifikan. Saham RMKO naik 24,72 persen menjadi Rp1.110 per saham. Volume perdagangan RMKO mencapai 670.003 saham dengan nilai transaksi Rp73,9 miliar.

Saham TINS menguat tipis 0,285 persen ke posisi Rp3.630 per saham. Saham ini dibuka lebih rendah di level Rp3.550 dan bergerak antara Rp3.550 hingga Rp3.680. Total frekuensi perdagangan mencapai 6.404 kali dengan nilai transaksi Rp79,8 miliar.

Sementara itu, saham BRIS melemah 2,69 persen ke posisi Rp2.170. Saham dibuka stagnan di Rp2.330 dan berada di level tertinggi Rp2.240. Volume perdagangan mencapai 58.826 saham dengan nilai transaksi Rp12,9 miliar.

Top Gainers, Losers, dan Saham Teraktif

Beberapa saham menjadi top gainers hari ini, termasuk INAI naik 34,41 persen. Saham IPOL melonjak 24,80 persen, AIMS 24,76 persen, RMKO 24,72 persen, dan NATO 24,52 persen. Saham-saham ini menjadi sorotan investor untuk peluang trading jangka pendek.

Di sisi lain, saham yang masuk top losers antara lain UNTR turun 14,31 persen. Saham YELO merosot 14,29 persen, REAL 10,31 persen, FISH 10,07 persen, dan AHAP 9,95 persen. Penurunan ini memberikan tekanan tambahan pada IHSG hari ini.

Saham teraktif berdasarkan nilai perdagangan adalah BUMI senilai Rp1,1 triliun dan ASII Rp904,9 miliar. Saham UNTR tercatat Rp838,1 miliar, BRMS Rp705,4 miliar, dan BBCA Rp521 miliar. Sementara berdasarkan frekuensi, saham BUMI diperdagangkan 94.130 kali, diikuti BELL 54.808 kali, dan TOSK 51.139 kali.

Prediksi IHSG dan Level Support-Resistance

IHSG diprediksi bergerak di kisaran 9.026 hingga 9.220 hari ini. Level support berada di 9.025–9.075 dan level resistance 9.180–9.220. Pergerakan ini memerlukan strategi trading yang berhati-hati untuk mengantisipasi volatilitas.

Koreksi harian IHSG diikuti aksi beli terbatas investor asing sebesar Rp6,5 miliar. Saham BBRI, PTRO, BRMS, ANTM, dan ADRO menjadi yang paling banyak dibeli. Tren ini menunjukkan adanya peluang di sektor saham yang masih diminati investor institusi.

Pergerakan indeks akan terus dipengaruhi berita global, kondisi makro, dan laporan kinerja emiten. Investor disarankan melakukan monitoring rutin. Strategi trading yang disiplin membantu meminimalkan risiko kerugian.

Rekomendasi Saham Pilihan untuk Investor

Beberapa saham direkomendasikan untuk spekulasi atau trading hari ini. MINA disarankan beli pada 605–625 dengan cutloss di bawah 600 dan target 650–660. BRMS beli 1.270–1.310 dengan cutloss di bawah 1.270 dan target 1.370–1.400.

ARCI masuk area beli 1.950–2.020 dengan cutloss di bawah 1.950 dan target 2.100–2.120. SMDR beli 406–412 dengan cutloss di bawah 402 dan target 420–434. KIJA beli 274–280, cutloss di bawah 274, target 292–308, sementara EMTK beli 1.015–1.040 dengan cutloss di bawah 1.000 dan target 1.065–1.120.

Rekomendasi ini disusun untuk membantu investor memanfaatkan momentum pasar. Strategi trading disesuaikan dengan profil risiko masing-masing. Dengan pengelolaan risiko yang baik, peluang profit dapat dimaksimalkan meski IHSG sedang bergejolak.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index