Cara Tepat Menjaga Pendengaran Saat Menggunakan Earphone Secara Sehat

Selasa, 03 Maret 2026 | 11:28:32 WIB
Cara Tepat Menjaga Pendengaran Saat Menggunakan Earphone Secara Sehat

JAKARTA - Penggunaan earphone kini menjadi bagian dari gaya hidup modern yang hampir tidak bisa dilepaskan. 

Banyak orang menggunakannya untuk mendengarkan musik, menonton video, atau saat bekerja, sehingga durasinya sering melebihi batas aman. Kebiasaan ini jika tidak dikontrol berpotensi menimbulkan gangguan pendengaran dalam jangka panjang.

Menurut Kementerian Kesehatan RI, pemakaian earphone atau headphone terlalu lama, apalagi dengan volume tinggi, dapat menyebabkan kerusakan fungsi telinga hingga risiko tuli. 

Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular, dr Siti Nadia Tarmizi, menekankan bahwa kebiasaan menaikkan volume suara saat telinga terasa tidak nyaman justru memperparah paparan bising. 

"Biasanya gini kalau kita punya kotoran telinga kita taruh earphone kan gak kedengeran akibatnya kita gedein kan suaranya, nah itu yang bikin kemudian karena nanti telinga kita akan adjust kenapa kemudian kalau pakai earphone bisa lama-lama jadi tuli gitu ya kan," jelasnya.

Kampanye safe listening atau mendengarkan yang sehat menjadi kunci untuk mencegah kerusakan pendengaran. Aturan 60-60 menjadi salah satu pedoman, yakni memutar suara maksimal 60 persen kapasitas dan membatasi penggunaan maksimal 60 menit, kemudian memberi jeda istirahat bagi telinga sebelum digunakan kembali. Konsep ini dirancang agar telinga memiliki waktu untuk pulih dari paparan suara, sehingga mengurangi risiko gangguan jangka panjang.

Dampak Pemakaian Earphone Berlebihan

Penggunaan earphone dalam durasi panjang membuat telinga terus menyesuaikan diri dengan suara keras, yang dapat merusak sel-sel pendengaran. 

Kebiasaan tersebut umum terjadi pada generasi muda perkotaan, baik saat bekerja, bepergian, maupun berolahraga. Bahkan banyak orang tertidur dengan earphone masih terpasang, sehingga paparan suara berlangsung hingga berjam-jam tanpa jeda.

Dr. Nadia menekankan, penggunaan earphone yang terus menerus tanpa istirahat membuat telinga kehilangan kemampuan untuk pulih dari paparan bising. 

"Nah bisa bayangin ada istirahatnya gak? Ya nggak apa-apa sih kalau earphone-nya dipakai doang gitu ya tapi kalau earphone-nya kemudian kita tahu banyak mendengarkan mungkin atau lainnya jadi kemudian itu akan mengganggu apalagi kalau mau tidur," tambahnya. Kondisi ini meningkatkan risiko gangguan pendengaran bahkan pada usia muda, sehingga edukasi penting dilakukan sejak dini.

Selain itu, anak-anak juga mulai meniru kebiasaan ini. Banyak yang memakai earphone sebagai pengantar tidur dan tetap memakainya hingga pagi. 

"Sekarang saya lihat bukan cuma generasi sekarang, anak-anak saya juga kalau mau tidur apa? Pakai earphone, ngapain buat pengantar tidur gitu. Nanti sampai tidur baru bangun, bahkan earphone-nya masih sampai pagi gitu ya," jelas dr. Nadia. Kondisi ini membuat orang tua perlu membimbing anak agar terbiasa menggunakan earphone dengan bijak.

Tips Aman Menggunakan Earphone

Untuk menjaga kesehatan telinga, ada beberapa langkah sederhana yang bisa diterapkan. Pertama, selalu batasi durasi penggunaan sesuai aturan 60-60. Kedua, hindari meningkatkan volume suara secara berlebihan, terutama ketika ada kotoran telinga yang menutupi saluran suara.

Ketiga, pilih jenis earphone atau headphone yang nyaman dan memiliki isolasi suara baik sehingga tidak perlu memutar suara terlalu keras. Keempat, beri waktu istirahat pada telinga setelah penggunaan panjang, misalnya dengan melepas earphone selama 10–15 menit setiap jam. Praktik-praktik sederhana ini mampu meminimalkan paparan bising dan melindungi sel-sel pendengaran.

Selain itu, penting menjaga kebersihan telinga agar suara terdengar jelas tanpa harus menaikkan volume. Pemeriksaan rutin ke tenaga kesehatan membantu mendeteksi adanya penumpukan kotoran atau infeksi dini. Dengan langkah ini, telinga tetap sehat dan risiko gangguan pendengaran dapat diminimalkan.

Pemeriksaan Telinga dan Perawatan Rutin

Masyarakat dianjurkan melakukan pemeriksaan telinga secara berkala. Dokter dapat memeriksa adanya kotoran telinga (serumen) atau masalah kesehatan lain yang memengaruhi pendengaran. Deteksi dini membantu mencegah komplikasi lebih serius di kemudian hari.

Perawatan rutin juga termasuk membersihkan telinga dengan cara aman, menghindari memasukkan benda tajam, dan memastikan earphone selalu bersih. Langkah-langkah ini membantu menjaga saluran pendengaran tetap sehat dan bebas infeksi. 

Kombinasi antara pemakaian earphone yang bijak dan perawatan rutin menjadi strategi utama untuk melindungi pendengaran.

Dr. Nadia menekankan bahwa gaya hidup digital yang tinggi menuntut kesadaran ekstra. Penggunaan earphone seharusnya menjadi aktivitas yang menyenangkan, bukan merusak fungsi pendengaran. Dengan pengaturan waktu dan volume yang tepat, telinga dapat menikmati hiburan digital tanpa risiko jangka panjang.

Safe Listening sebagai Budaya Baru

Safe listening perlu dijadikan kebiasaan dan budaya baru, baik di kalangan anak-anak maupun orang dewasa. Edukasi mengenai batasan durasi dan volume, serta pentingnya istirahat telinga, harus diterapkan sejak dini. Keluarga dapat menjadi pengawas utama agar anak-anak terbiasa mendengarkan dengan aman.

Selain itu, kampanye edukasi digital juga penting, seperti mengingatkan masyarakat melalui media sosial, aplikasi, atau platform edukasi kesehatan. Kesadaran ini membantu menurunkan risiko gangguan pendengaran sekaligus menumbuhkan kebiasaan penggunaan earphone yang bijak.

Dengan penerapan safe listening, masyarakat tetap dapat menikmati hiburan, belajar, dan bekerja dengan earphone tanpa mengorbankan kesehatan telinga. Strategi ini menjadi investasi jangka panjang untuk kualitas pendengaran yang baik. Kesadaran dan disiplin individu menjadi kunci agar telinga tetap sehat di era digital saat ini.

Pesan Kesehatan

Pemakaian earphone berlebihan dengan volume tinggi memiliki risiko nyata terhadap gangguan pendengaran. Konsep safe listening, aturan 60-60, perawatan rutin, dan pemeriksaan telinga merupakan langkah pencegahan efektif. 

Kesadaran individu, dukungan keluarga, dan edukasi publik menjadi fondasi utama untuk melindungi pendengaran di era digital.

Masyarakat diharapkan dapat menyeimbangkan kebutuhan hiburan dan kesehatan telinga. Dengan mempraktikkan safe listening, risiko tuli atau gangguan pendengaran dapat diminimalkan. Kesehatan telinga tetap terjaga sehingga kualitas hidup tetap optimal, meski aktivitas digital semakin intens.

Terkini