JAKARTA - Menteri Pertanian menegaskan pemerintah siap menjaga stabilitas harga pangan menjelang Ramadan 2026.
Ketersediaan pasokan dan stok nasional dipastikan cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Langkah ini bertujuan agar seluruh warga dapat menjalankan ibadah dengan tenang tanpa terganggu kenaikan harga.
Fokus pada Komoditas Strategis
Perhatian utama diberikan pada komoditas pangan vital, seperti beras, gula, daging sapi, bawang merah, telur ayam, ayam ras, dan minyak goreng. Seluruh komoditas dipastikan aman dari sisi pasokan maupun stok nasional. Hal ini sekaligus mencegah terjadinya gejolak harga di pasar menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional.
Menteri Pertanian menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara Harga Eceran Tertinggi (HET) dan Harga Pembelian Pemerintah (HPP). Dengan kebijakan ini, tidak ada alasan bagi pelaku usaha menaikkan harga di pasar. Langkah ini diharapkan menciptakan kondisi yang adil bagi produsen, pedagang, dan konsumen.
Stok Pangan Nasional Sangat Kuat
Stok beras nasional tercatat mencapai 3,3 juta ton pada awal tahun, angka tertinggi sepanjang sejarah. Dengan percepatan panen dan peningkatan produksi, stok diperkirakan terus menguat hingga Ramadan 2026.
Menteri Pertanian menegaskan, kondisi ini membuat tidak ada alasan harga beras melampaui HET yang ditetapkan pemerintah.
Selain beras, minyak goreng juga tersedia dalam jumlah cukup besar. Bulog mengelola sekitar 700 ribu ton minyak goreng untuk memenuhi kebutuhan nasional. Ketersediaan ini memastikan harga minyak goreng tetap stabil dan masyarakat bisa mendapat pasokan dengan harga wajar.
Harga Ayam dan Telur Aman
Harga ayam ras saat ini berada di bawah HPP, yakni sekitar Rp 23 ribu per kilogram dibanding HPP Rp 25 ribu. Menteri Pertanian memastikan harga akan tetap naik sewajarnya menjelang Ramadan agar peternak mendapat keuntungan.
Sementara itu, komoditas telur ayam dan bawang merah dipastikan aman dari sisi stok dan pasokan, sehingga stabilitas harga tetap terjaga.
Langkah ini mencerminkan perhatian pemerintah terhadap kesejahteraan produsen dan konsumen sekaligus. Keseimbangan HET dan HPP menjadi kunci agar seluruh mata rantai pangan merasakan keadilan. Program ini juga membantu menjaga daya beli masyarakat selama bulan suci Ramadan.
Peringatan Tegas untuk Pelaku Usaha
Menteri Pertanian memberi peringatan tegas kepada seluruh pelaku usaha agar tidak menjual pangan strategis di atas HET.
Pemerintah menegaskan tidak ada lagi toleransi terhadap praktik harga yang melanggar aturan. Satgas Pangan akan menindak pelanggaran termasuk penimbunan, spekulasi, repacking ilegal, dan penyelundupan pangan.
Langkah ini bertujuan melindungi konsumen dan memastikan ketersediaan pangan berjalan lancar. Kejahatan pangan dianggap sebagai kejahatan kemanusiaan karena berdampak luas bagi masyarakat. Dengan pengawasan ketat, pemerintah ingin mencegah gangguan harga yang merugikan konsumen dan produsen sekaligus.
Komitmen Menyeluruh dari Semua Pihak
Seluruh unsur, mulai dari produsen, pedagang, distributor, hingga konsumen, telah sepakat menjaga stabilitas harga pangan.
Keseimbangan antara HET dan HPP memastikan produsen tersenyum, pedagang bahagia, dan konsumen memperoleh manfaat. Strategi ini sekaligus memastikan stabilitas harga menjelang Ramadan dan Idul Fitri 2026 tetap terjaga.
Pemerintah juga menekankan perlunya penegakan hukum bagi pihak yang mencoba memanipulasi harga. Langkah ini diambil agar masyarakat dapat menjalankan ibadah tanpa tekanan ekonomi. Dengan dukungan semua pihak, stabilitas pangan di bulan suci dapat tercapai secara optimal.