JAKARTA - Kontingen Indonesia menorehkan prestasi gemilang dengan memanen 27 medali emas pada hari kedua ASEAN Para Games 2025.
Hasil ini memastikan posisi kedua sementara di klasemen di belakang tuan rumah Thailand. Atlet Merah Putih menunjukkan konsistensi dan semangat juang tinggi dalam berbagai cabang olahraga, memperlihatkan kualitas dan persiapan matang menjelang final.
Dominasi Cabang Atletik dan Renang
Cabang para atletik menjadi penyumbang terbesar medali emas dengan 16 tambahan emas pada hari kedua, menambah perolehan tiga emas pada hari pertama sehingga total menjadi 19 emas.
Penampilan cemerlang ditunjukkan Nur Ferry Pradana pada final nomor 100 meter putra klasifikasi T47 dengan catatan waktu 11,30 detik. Pradana tetap tampil maksimal meski mengalami cedera bahu, menunjukkan mental juara yang kuat dan determinasi tinggi.
Sementara itu, cabang para renang menambah pundi-pundi emas dari tujuh emas pada hari pertama menjadi total 11 emas setelah hari kedua.
Kinerja para perenang Indonesia mencerminkan persiapan matang dan strategi kompetitif yang mampu menembus catatan waktu terbaik di setiap nomor final. Tambahan medali emas ini memperkuat posisi Indonesia di peringkat kedua klasemen sementara APG 2025.
Keberhasilan Balap Sepeda dan Power Lifting
Para atlet balap sepeda Indonesia juga melanjutkan tren positif dengan menambah dua medali emas sehingga total menjadi lima emas. Prestasi tersebut menunjukkan koordinasi dan stamina atlet yang terlatih serta kesiapan menghadapi jalur balap yang menantang.
Cabang power lifting juga memberikan kontribusi signifikan dengan tambahan dua emas menjadi total tiga emas.
Salah satunya diraih Hilman, debutan yang berhasil mengangkat beban 167 kg pada percobaan pertama, menegaskan kualitas atlet muda Indonesia. Perolehan medali ini menunjukkan keberhasilan program pelatihan jangka panjang dan konsistensi persiapan kompetitif para atlet Indonesia.
Penampilan Gemilang Para Judo dan Fencing
Cabang para judo menorehkan dua emas tambahan pada hari kedua, memperlihatkan peningkatan kemampuan dan strategi bertanding yang matang.
Sedangkan cabang para fencing menambah satu emas, menunjukkan kemajuan signifikan dalam teknik dan ketahanan atlet Indonesia. Keberhasilan ini menegaskan bahwa Indonesia memiliki kedalaman talenta di cabang olahraga disiplin penuh strategi.
Kombinasi keberhasilan cabang judo dan fencing turut memperkuat koleksi medali Indonesia serta menambah optimisme dalam perebutan posisi puncak.
Para atlet menunjukkan konsistensi teknik dan mental bertanding yang tinggi dalam menghadapi tekanan pertandingan final. Hasil ini menjadi indikasi kesiapan tim menghadapi sisa pertandingan di APG 2025.
Posisi Kedua di Klasemen Sementara
Dengan tambahan 27 emas di hari kedua, Kontingen Indonesia berhasil mengamankan posisi kedua klasemen sementara APG 2025.
Thailand tetap berada di puncak dengan 69 emas, 59 perak, dan 52 perunggu, sementara Indonesia menciptakan jarak signifikan 24 emas dari Malaysia di peringkat ketiga. Posisi ini menunjukkan dominasi atlet Indonesia di sejumlah cabang olahraga dan konsistensi tim dalam mempertahankan momentum kemenangan.
Selain itu, peluang Indonesia untuk mendekati Thailand masih terbuka lebar. Beberapa cabang olahraga lain, seperti tenis meja, masih menyediakan kesempatan bagi tim Merah Putih untuk menambah koleksi medali emas.
Enam atlet tenis meja Indonesia telah mengantongi tiket ke babak final yang berlangsung pada Jumat, menambah harapan medali tambahan.
Peluang Emas di Babak Final
Berbagai cabang olahraga masih berada di jalur yang tepat menuju perebutan medali emas tambahan.
Atlet Indonesia berkomitmen untuk memberikan performa terbaik dan menegaskan kualitas serta semangat juang yang tinggi. Persiapan matang, strategi kompetitif, dan mental juara menjadi modal penting bagi Tim Merah Putih dalam menyongsong final APG 2025.
Para atlet fokus menjaga konsistensi performa untuk meraih hasil maksimal di babak final. Dukungan pelatih, manajemen, dan suporter turut menjadi faktor penting dalam memastikan motivasi dan stamina atlet tetap terjaga.
Dengan demikian, peluang Indonesia memperkaya perolehan medali emas masih sangat terbuka hingga penutupan acara.
Panen medali emas hari kedua menunjukkan bahwa Indonesia memiliki kualitas atlet yang kompetitif di level regional.
Kinerja gemilang ini menjadi bukti keberhasilan sistem pembinaan dan pengembangan talenta para atlet. Tim Merah Putih menutup hari kedua dengan optimisme tinggi, siap menghadapi tantangan final di sisa pertandingan ASEAN Para Games 2025.