Perusahaan Startup Adalah: Ciri, Contoh, & Bedanya dengan Konvensional

Rabu, 21 Januari 2026 | 11:08:47 WIB
perusahaan startup adalah

Jakarta - Perusahaan startup adalah salah satu jenis badan usaha yang sedang berkembang pesat di Indonesia, terutama di era modern seperti sekarang ini. 

Badan usaha ini dikenal sebagai perusahaan rintisan yang memanfaatkan teknologi dan inovasi untuk tumbuh lebih cepat.

Data dari Kemenristek menunjukkan bahwa melalui skema Perusahaan Pemula Berbasis Teknologi (PPBT) dan Calon Perusahaan Pemula Berbasis Teknologi (CPBT), jumlah perusahaan rintisan terus bertambah setiap tahun. 

Pada 2015, tercatat hanya 52 perusahaan, namun angka tersebut melonjak menjadi 956 pada 2018.

Statistik ini menegaskan bahwa perusahaan rintisan memiliki potensi besar untuk menjadi salah satu pilar ekonomi di Indonesia. 

Penting juga untuk memahami apa yang membedakan badan usaha jenis ini dengan perusahaan konvensional agar peluang karir dan bisnis dapat dimanfaatkan secara maksimal.

Perusahaan startup adalah bentuk usaha modern yang terus menunjukkan pertumbuhan dan inovasi sebagai kekuatan ekonomi bangsa.

Perusahaan Startup Adalah

Perusahaan startup adalah badan usaha yang didirikan oleh individu atau kelompok dengan tujuan menghadirkan produk atau layanan inovatif yang sesuai dengan kebutuhan pasar. 

Jenis usaha ini umumnya memanfaatkan platform digital untuk memasarkan dan mengenalkan produknya, sekaligus memiliki potensi pertumbuhan yang cepat.

Membangun sebuah perusahaan tentu menantang, terutama dalam hal pendanaan. Namun, dibandingkan perusahaan tradisional, startup biasanya lebih mudah memperoleh modal karena dianggap mampu mendorong aktivitas ekonomi. 

Banyak startup mengandalkan investor atau venture capital untuk mendapatkan suntikan dana dalam jumlah besar. 

Selain itu, pemerintah juga menyediakan program pendanaan seperti PPBT dan CPBT untuk mendukung perusahaan rintisan dari tahap awal. Pendanaan startup dapat berasal dari berbagai sumber. 

Pertama, keluarga atau teman dapat menjadi bantuan awal, meskipun bukan investor utama. Uang yang dipinjam dari mereka dapat digunakan untuk mengembangkan produk atau layanan, sekaligus membantu mempromosikannya. 

Risiko memang ada, sehingga ide harus direncanakan dengan matang agar pinjaman dapat dikembalikan.

Kedua, inkubator menyediakan pembinaan khusus bagi perusahaan kecil agar mampu berkembang mandiri. Program ini menawarkan mentoring, akses relasi, pendanaan, dan coworking space untuk membantu startup berkembang. 

Salah satu contoh di Indonesia adalah Gerakan Nasional 1000 Startup Digital, yang membina perusahaan rintisan digital selama enam bulan dan mempertemukan peserta dengan mentor berpengalaman.

Ketiga, venture capital menawarkan modal dalam jumlah besar bagi startup yang menunjukkan potensi tinggi. 

Dana ini biasanya berasal dari investor kelas atas, bank investasi, atau lembaga keuangan besar lainnya. 

Proses seleksinya ketat, karena venture capital hanya menanamkan modal pada perusahaan yang mampu memberikan keuntungan jangka panjang.

Ciri-Ciri Perusahaan Startup

Perusahaan rintisan merupakan jenis usaha baru yang biasanya menawarkan produk atau layanan inovatif kepada segmen pasar tertentu. 

Bisnis ini sering kali terkait dengan teknologi dan memiliki peluang pertumbuhan yang cepat serta signifikan.

Selain itu, hampir semua perusahaan baru memiliki ciri-ciri atau karakteristik yang mirip, yang membedakan mereka dari perusahaan tradisional. 

Berdasarkan penjelasan dari Business Tutplus, beberapa karakteristik utama tersebut antara lain:

  1. Memiliki budaya kerja yang unik dan fleksibel, memungkinkan karyawan beradaptasi dan berkreasi lebih leluasa.
  2. Jumlah karyawan relatif sedikit, sehingga setiap individu memiliki peran penting dalam operasional perusahaan.
  3. Usia perusahaan masih sangat muda, umumnya kurang dari empat tahun.
  4. Aktivitas bisnis dijalankan melalui platform digital, memaksimalkan efisiensi dan jangkauan pasar.
  5. Fokus utama pada inovasi serta kemampuan menciptakan perubahan atau disruption di industri yang digeluti.
  6. Produk atau layanan diuji pada pasar yang relatif kecil sebagai bentuk uji coba sebelum diperluas.
  7. Pendanaan biasanya bersumber dari investor eksternal yang tertarik pada potensi pertumbuhan dan keuntungan perusahaan.

Karakteristik ini membantu membentuk identitas perusahaan baru sekaligus menjadi faktor penting dalam strategi pertumbuhan dan keberhasilan jangka panjangnya.

Perbedaan Startup dan Usaha Kecil

Kedua jenis usaha ini memiliki perbedaan yang cukup mencolok. Berikut adalah beberapa perbedaan utama antara perusahaan rintisan dan bisnis kecil menurut Apium Hub:

1. Inovasi
Salah satu perbedaan paling jelas terletak pada tingkat inovasi. Usaha kecil seperti kedai makan atau salon biasanya tidak menawarkan keunikan yang mencolok. 

Ketika memulai usaha kecil, fokusnya biasanya pada ide sederhana yang dapat menarik pelanggan. Sebaliknya, inovasi menjadi inti dari perusahaan rintisan. 

Startup dituntut untuk terus menciptakan ide-ide baru tanpa batas agar bisnis bisa berkembang dan meraih keuntungan, sehingga kemampuan berinovasi yang kompleks menjadi sangat penting.

2. Pasar
Bisnis kecil umumnya melayani lingkaran pelanggan terbatas, yang otomatis membatasi pertumbuhan perusahaan. 

Sementara itu, perusahaan rintisan tidak membatasi target pasar dan berusaha menjangkau sebanyak mungkin konsumen. 

Hal ini kembali menegaskan pentingnya inovasi untuk menarik pasar yang luas dan memenangkan persaingan.

3. Tingkat pertumbuhan
Tingkat pertumbuhan juga menjadi pembeda penting. Usaha kecil biasanya menargetkan pertumbuhan stabil dengan fokus utama pada keuntungan. 

Setelah keuntungan diperoleh, peningkatan performa lebih lanjut tidak menjadi prioritas. Berbeda dengan startup, perusahaan rintisan harus terus berkembang dengan ide-ide segar untuk menciptakan model bisnis yang dapat direplikasi. 

Tanpa pertumbuhan berkelanjutan, startup berisiko tidak bertahan lama.

4. Keuntungan
Usaha kecil cenderung menekankan pada perolehan keuntungan harian, yang kemudian dapat digunakan untuk ekspansi, misalnya membuka cabang baru. 

Sebaliknya, perusahaan rintisan mungkin membutuhkan waktu berbulan-bulan atau bahkan bertahun-tahun sebelum menghasilkan keuntungan. 

Fokus utama startup adalah menciptakan produk atau layanan yang unggul dan inovatif sehingga disukai oleh konsumen, yang pada akhirnya dapat menghasilkan keuntungan besar dalam jumlah signifikan.

5. Keuangan
Saat membuka usaha kecil, modal biasanya berasal dari tabungan pribadi, bantuan keluarga atau teman, atau pinjaman bank. 

Startup juga bisa memanfaatkan sumber-sumber tersebut, tetapi tren crowdfunding semakin populer untuk mendanai perusahaan rintisan. 

Selain itu, pemerintah menawarkan program pendanaan seperti PPBT dan CPBT, dan perusahaan rintisan sering menerima modal dari investor atau venture capital. 

Modal yang cukup besar penting untuk mendukung pertumbuhan cepat setiap tahunnya. Ketika perusahaan sudah sukses, keuntungan yang diperoleh tidak hanya untuk balik modal, tetapi juga untuk meningkatkan pendapatan secara signifikan.

Perbedaan Startup dan Perusahaan Konvensional

Selain membandingkan dengan usaha kecil, penting juga untuk mengetahui perbedaan antara perusahaan rintisan dan perusahaan konvensional.

Secara hukum, kedua jenis perusahaan ini sebenarnya tidak berbeda, karena keduanya berbadan hukum. 

Namun, dari sisi ekonomi, budaya kerja, dan cara operasional, terdapat beberapa perbedaan yang cukup mencolok. Berikut beberapa aspek yang membedakan keduanya:

1. Tujuan keuntungan
Perbedaan paling menonjol terletak pada fokus keuntungan. Perusahaan rintisan, yang masih berada pada tahap awal, umumnya mencari model bisnis, target pasar, dan strategi pertumbuhan yang tepat. 

Mereka sering mengeluarkan dana besar di awal dengan tujuan membangun fondasi yang kuat untuk pertumbuhan di masa depan. 

Sebaliknya, perusahaan konvensional memiliki fokus utama pada profit. Tujuan mereka adalah memberikan keuntungan kepada pemilik karena bisnis ini sudah berada pada tahap stabil.

2. Alur pendanaan
Pendanaan juga menjadi pembeda penting. Founder startup biasanya menggunakan modal awal sendiri sambil mencari investor untuk menambah dana. 

Jika investor tertarik, startup bisa memperoleh modal dalam jumlah besar, bahkan jutaan hingga miliaran dolar. 

Sementara itu, perusahaan konvensional biasanya mendanai operasionalnya dari modal pemilik atau keuntungan yang diputar kembali, tanpa tergantung pada investor eksternal.

3. Struktur organisasi
Struktur organisasi juga berbeda antara keduanya. Pada perusahaan rintisan, keputusan operasional dan bisnis sehari-hari sebagian besar diambil oleh founder dan tim manajemen inti. 

Investor, meski menyediakan dana, biasanya hanya terlibat dalam keputusan strategis tertentu. 

Di sisi lain, perusahaan konvensional sering melibatkan pemilik modal langsung dalam manajemen, dan keputusan bisnis biasanya sangat dipengaruhi oleh pemilik. Situasi ini jarang ditemukan pada startup.

4. Siklus hidup bisnis
Perbedaan terakhir adalah siklus hidup atau life cycle bisnis. Startup memiliki potensi untuk mencapai valuasi miliaran dolar dalam waktu kurang dari satu dekade, meski keberlanjutan nilai tersebut tidak selalu terjamin. 

Sedangkan perusahaan konvensional membutuhkan waktu lebih lama untuk mencapai valuasi tinggi, tetapi karena stabilitasnya, perusahaan konvensional mampu mempertahankan nilai tersebut dalam jangka panjang.

Contoh Startup

Saat ini, perusahaan rintisan hadir di hampir semua sektor industri. Dari yang sehari-hari kamu temui seperti e-commerce dan layanan transportasi, hingga sektor kesehatan dan penyedia properti, startup semakin berkembang pesat. 

Beberapa dari mereka bahkan sudah menjadi nama yang familiar di Indonesia. Berikut adalah tiga contoh startup yang menonjol:

1. Bukalapak
Bukalapak adalah salah satu pionir e-commerce di Indonesia dan telah menjadi bagian penting dari ekosistem perusahaan rintisan. 

Berdasarkan data dari Bukalapak, saat ini lebih dari 64 juta pelaku UMKM di Indonesia sudah terhubung melalui platform ini.

2. Mamikos
Di sektor akomodasi, Mamikos dikenal sebagai solusi untuk mencari kost dengan mudah secara daring. 

Aplikasi ini sangat membantu khususnya bagi para mahasiswa atau pekerja rantau, karena menyediakan fitur pencarian yang bisa difilter berdasarkan fasilitas dan anggaran kost yang diinginkan.

3. EFishery
Berbeda dengan dua contoh sebelumnya, EFishery bergerak di bidang akuakultur. Startup ini berfokus pada pengembangan teknologi untuk mendukung industri perikanan di Indonesia. 

Techinasia bahkan menyebut EFishery berpotensi menjadi unicorn berikutnya di Tanah Air. Tujuannya adalah menyediakan produk perikanan yang menjadi sumber protein hewani utama bagi masyarakat yang ikut mendukung revolusi akuakultur.

Sebagai penutup, Perusahaan Startup adalah wadah inovasi yang terus berkembang, menghadirkan solusi kreatif, dan membuka peluang baru di berbagai sektor industri.

Terkini