Pengembangan Malapari Oleh BRIN dan Swasta Didorong Untuk Ketahanan Energi

Senin, 19 Januari 2026 | 13:49:31 WIB
Pengembangan Malapari Oleh BRIN dan Swasta Didorong Untuk Ketahanan Energi

JAKARTA - BRIN bekerja sama dengan perusahaan swasta mengembangkan tanaman malapari di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur. 

Langkah ini dilakukan untuk memperkuat ketahanan energi nasional melalui sumber bioenergi yang ramah lingkungan. Malapari dipandang memiliki potensi besar untuk menghasilkan bahan bakar hijau sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Tanaman malapari mampu menurunkan emisi karbon karena bijinya dapat diolah menjadi minyak non-pangan. Minyak ini tidak bersaing dengan kebutuhan pangan dan sesuai dengan standar bahan bakar berkelanjutan di sektor penerbangan. Hal ini membuat malapari strategis sebagai bahan baku biodiesel dan bioavtur.

Rendemen minyak malapari secara alami mencapai 20-28 persen, namun melalui seleksi genetik dan optimalisasi ekstraksi, rendemen bisa meningkat hingga sekitar 44 persen. 

Teknologi dan riset pemuliaan ditujukan untuk menghasilkan pohon unggul yang cepat berbuah. Upaya ini juga fokus pada produktivitas tinggi agar mendukung skala produksi bioenergi nasional.

Keunggulan Ekologis dan Adaptasi Lahan Marginal

Malapari memiliki keunggulan ekologis karena merupakan tanaman legum yang mampu mengikat nitrogen dari udara melalui bintil akar. Kondisi ini membuat tanaman relatif tidak membutuhkan pupuk nitrogen tambahan. 

Dengan karakter adaptif ini, malapari dapat tumbuh di lahan marginal dan wilayah kering ekstrem seperti di Indonesia bagian timur.

Selain itu, malapari memiliki kemampuan bertahan di kondisi cuaca yang kurang mendukung bagi tanaman lain. Hal ini menjadikannya pilihan tepat untuk pengembangan agroenergi di daerah yang memiliki tantangan iklim. Tanaman ini juga membantu menjaga kualitas tanah sekaligus mengurangi kebutuhan input pertanian kimiawi.

Integrasi malapari dengan ekosistem lokal mendukung pengelolaan lahan yang lebih berkelanjutan. Keunggulan adaptasi ini mendorong pemanfaatan lahan yang sebelumnya tidak produktif. Dengan demikian, malapari menjadi solusi bagi tantangan energi dan lingkungan secara bersamaan.

Integrasi dengan Sistem Agroforestri Berbasis Masyarakat

Pengembangan malapari di Lembata kini diterapkan melalui sistem agroforestri berbasis masyarakat. Pendekatan ini memungkinkan masyarakat tetap menanam tanaman pangan dan komoditas lain seperti kopi, kakao, atau tanaman semusim di bawah tegakan malapari. 

Strategi ini menggabungkan produktivitas energi dan ketahanan pangan secara bersamaan.

Pendekatan agroforestri juga memberikan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat setempat. Selain energi, masyarakat dapat memanen hasil sampingan dari tanaman lain yang tumbuh di lahan yang sama. Model ini mendorong partisipasi lokal sekaligus memastikan keberlanjutan proyek bioenergi secara sosial.

Dengan pola penanaman yang berkelanjutan, malapari dapat menjadi komoditas strategis nasional. Sinergi dengan masyarakat lokal memperkuat keterlibatan sosial dan ekonomi. Hal ini menciptakan ekosistem yang mendukung pengembangan energi hijau sekaligus mitigasi perubahan iklim.

Strategi Mitigasi Perubahan Iklim dan Bioenergi

Pengembangan malapari tidak hanya fokus pada produksi bioenergi, tetapi juga sebagai bagian dari strategi mitigasi perubahan iklim. Penanaman dalam skala luas berpotensi menurunkan emisi karbon nasional. Malapari juga membuka peluang perdagangan karbon yang memberi manfaat ekonomi bagi masyarakat lokal.

BRIN menekankan bahwa riset pemuliaan tanaman diarahkan untuk menghasilkan benih unggul. Benih ini cepat berbuah, memiliki rendemen minyak optimal, dan produktif di lahan marginal. Dengan demikian, malapari dapat mendukung ketahanan energi nasional sekaligus pencapaian target lingkungan.

Upaya pengembangan ini juga mengadopsi prinsip berkelanjutan dan inklusif. Sinergi lintas kementerian, pemerintah daerah, lembaga riset, sektor swasta, dan media melalui pendekatan pentaheliks diharapkan mempercepat pertumbuhan malapari. 

Strategi ini memastikan potensi lokal dapat dimanfaatkan secara maksimal dan terintegrasi dengan tujuan nasional.

Masa Depan Malapari untuk Ketahanan Energi Nasional

Ke depan, BRIN fokus pada penyediaan benih malapari bersertifikat dan pengembangan varietas unggul asli Lembata. Benih unggul ini diharapkan mempercepat produksi bioenergi nasional. Sinergi lintas pihak memastikan malapari dapat menjadi komoditas strategis dan berkelanjutan.

Malapari sebagai sumber energi hijau memberikan solusi ganda bagi tantangan energi dan lingkungan. Dengan dukungan teknologi dan riset, tanaman ini mampu meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan masyarakat. Selain itu, malapari menjadi salah satu pilar penting dalam strategi energi hijau nasional dan mitigasi perubahan iklim.

Pendekatan berbasis masyarakat juga menjaga keterlibatan lokal dan keberlanjutan sosial. Model ini menciptakan ekosistem yang produktif, ramah lingkungan, dan mendukung pembangunan ekonomi. Dengan langkah strategis ini, malapari berpotensi memperkuat ketahanan energi nasional secara signifikan.

Terkini