Kredit Perbankan Naik 12,67% Juni 2026, Tembus Rp9.809 Triliun

Senin, 03 Agustus 2026 | 22:01:01 WIB
Pertumbuhan Kredit Juni 2026 Tembus Rp9.809 Triliun, Naik 12,67% [FOTO: NET].

JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyampaikan bahwa penyaluran kredit perbankan pada Juni 2026 terus menunjukkan tren positif, bahkan mencatatkan kenaikan lebih tinggi ketimbang bulan sebelumnya.

Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Friderica Widyasari Dewi mengutarakan, penyaluran kredit perbankan pada Juni 2026 menguat 12,67% secara tahunan (year on year/YoY) hingga menembus Rp9.809 triliun, melampaui capaian Mei 2026 yang sebesar 11,51% (YoY).

“Ini didorong oleh kredit investasi yang tumbuh tinggi sebesar 24,9% [YoY] diikuti oleh kredit modal kerja sebesar 8,94% [YoY], sedangkan kredit konsumsi tumbuh 5,75% [YoY],” ungkap Kiki, sapaannya, dalam Konferensi Pers KSSK di Kantor LPS, Jakarta pada Senin (3/8/2026).

Pada aspek penghimpunan dana, OJK mencatat dana pihak ketiga (DPK) di industri perbankan tumbuh 10,21% (YoY) menyentuh Rp10.281,8 triliun. Secara rinci, giro, tabungan, dan deposito berturut-turut tumbuh 9,95%, 8,25%, serta 12,16% (YoY).

Kondisi ketahanan sektor perbankan pun bertahan solid. Kiki memaparkan rasio kecukupan modal (capital adequacy ratio/CAR) per Juni 2026 berada pada tingkat yang kuat, yaitu 23,7%.

Ketersediaan likuiditas sektor perbankan pada Juni 2026 juga tetap terjaga, tercermin dari rasio Alat Likuid/Non-Core Deposit (AL/NCD) dan Alat Likuid/Dana Pihak Ketiga (AL/DPK) yang masing-masing tercatat sebesar 101,92% dan 23,08%.

“Ini jauh di atas threshold masing-masing sebesar 50% dan 10%,” katanya.

Sebagai pembanding, realisasi kredit perbankan pada Mei 2026 tumbuh 11,51 persen (YoY) hingga mencapai Rp8.918 triliun. 

Pendorong utama kenaikan kredit pada masa tersebut ialah kredit investasi serta modal kerja, yang masing-masing tumbuh 21,95% (YoY) dan 8,09% (YoY). Di sisi lain, kredit konsumsi mencatatkan kenaikan 5,89% (YoY).

Dilihat berdasarkan kelompok debitur, laju pertumbuhan tertinggi ditunjukkan oleh kredit korporasi yang melesat 18,39%, sedangkan kredit UMKM melanjutkan tren positif dengan tumbuh 0,60% (YoY).

Terkini