JAKARTA - Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa bantuan logistik yang dikirim pemerintah untuk korban banjir di wilayah Sumatera dan Aceh harus sampai ke lokasi terdalam.
Fokus pemerintah adalah memastikan setiap bantuan dapat langsung menjangkau masyarakat yang terdampak, termasuk daerah yang sulit diakses.
“Yang penting semua bantuan segera terbang ke lokasi, sampai daerah terdalam, antar detail ke lokasi tersebut sampai ke dalam,” tegas Teddy. Pemerintah telah menyiapkan ragam upaya agar bantuan ini dapat tersalurkan dengan cepat dan tepat sasaran.
Salah satu upaya yang dilakukan adalah mengerahkan kendaraan darat dan udara, termasuk helikopter, untuk menjangkau titik-titik bencana yang sulit digapai. Langkah ini menjadi prioritas agar kebutuhan dasar korban banjir segera terpenuhi.
Koordinasi Intens dengan Kepala Daerah
Pemerintah juga berkoordinasi langsung dengan kepala daerah di wilayah terdampak. Teddy menjelaskan, komunikasi dilakukan untuk memastikan bantuan benar-benar sampai ke masyarakat yang membutuhkan.
“Kemarin sudah menghubungi langsung, menelepon langsung para Kepala Daerah di Sumatera Barat, kemudian Pak Masinton dan Gus Irawan selaku Bupati Tapanuli Tengah dan Tapanuli Selatan sudah dihubungi juga, termasuk Gubernur Sumatera Utara dan Provinsi Aceh,” jelasnya.
Koordinasi ini menjadi kunci agar distribusi logistik bisa berjalan lancar. Pemerintah memastikan bahwa setiap langkah operasional dilaksanakan dengan sinkronisasi antara pusat dan daerah.
Jenis Bantuan yang Dikirim
Sejak perintah Presiden untuk menyalurkan bantuan, pemerintah telah mengirimkan berbagai logistik menggunakan pesawat TNI AU, mulai dari jenis angkut hingga Boeing. Bantuan ini mencakup kebutuhan pokok dan fasilitas pendukung.
Untuk hari ini, pemerintah menyiapkan tenda darurat sebanyak 150 unit, perahu karet sekitar 64 unit untuk evakuasi, serta peralatan komunikasi sekitar 100 unit untuk memastikan sinyal dapat kembali normal di lokasi banjir. Selain itu, genset dan fasilitas listrik darurat juga dikirim untuk menunjang aktivitas di lapangan.
Tidak hanya logistik dan peralatan, pemerintah juga mengirimkan makanan siap saji, tenaga kesehatan, dan obat-obatan untuk memenuhi kebutuhan korban.
Bantuan akan diturunkan di bandara terdekat dari lokasi banjir dan selanjutnya didistribusikan melalui jalur darat atau udara dengan helikopter, agar seluruh kebutuhan korban terpenuhi secara merata.
Tiga Lokasi Prioritas Penyaluran Bantuan
Teddy menegaskan bahwa bantuan akan difokuskan pada tiga lokasi prioritas: Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh. Di Sumatera Barat, bantuan akan dikirim ke Padang dan sekitarnya.
Untuk Sumatera Utara, bantuan dialirkan melalui Bandara Silangit sebagai titik utama distribusi. Sementara di Aceh, bandara di Banda Aceh dan Lhokseumawe dipilih untuk memudahkan penyaluran logistik ke masyarakat terdampak.
“Pengiriman bantuan ke tiga lokasi ini akan dilakukan secara simultan hingga situasi di lapangan kondusif,” kata Teddy. Pemerintah menekankan bahwa kecepatan, ketepatan, dan keberlanjutan distribusi menjadi prioritas utama untuk memastikan korban banjir mendapatkan pertolongan yang maksimal.
Langkah-langkah ini diambil sebagai bentuk tanggung jawab pemerintah untuk menghadirkan bantuan secara nyata dan cepat kepada masyarakat terdampak banjir.
Kesiapan logistik, koordinasi yang intensif, dan pemanfaatan jalur darat maupun udara menjadi kunci agar bantuan dapat dirasakan sampai ke tangan masyarakat yang membutuhkan.